Jumat, 27 September 2013
A LIGHT THAT NEVER COMES Behind The Scenes
Label:
A Light That Never Comes,
Behind The Scene,
Chester Bennington,
creative,
entertainment,
inspiration,
Linkin Park,
LP,
Mike Shinoda,
music
Kamis, 01 Agustus 2013
Tentang Mereka yang Introvert
Pernah
kenal dengan seseorang yang suka menyendiri, pendiem, dan cenderung tertutup?
Yang kadang tidak menanggapi kalo diajak ngobrol? Nggak nyambung malah kalo
ngobrol sama dia. hihihi....
Mungkin
dia adalah seorang Introvert.
Pernah
dengar tentang istilah kepribadian introvert? Pernah donk ya....
Sebagian
besar mengasumsikan kepribadian Introvert sebagai pribadi yang anti-sosial,
pendiam, tertutup, pemalu, penyendiri, kuper bahkan aneh.
Benarkah
begitu?
Oke,
Introvert apa sih?
Menurut
Carl
Jung nih ya,
"Introversion
and extroversion refer to the direction of psychic energy. If a person’s
psychic energy usually flows outwards then he or she is an extrovert, while if
the energy usually flows inwards, the person is an introvert. Extroverts feel
an increase of perceived energy when interacting with a large group of people,
but a decrease of energy when left alone. Conversely, introverts feel an
increase of energy when alone, but a decrease of energy when surrounded by a
large group of people."
Sedang
menurut Isabel Briggs Myers,
"An
introvert derives energy from his or her internal world of emotions and ideas,
while an extrovert draws from the outside world of people and activities for
spiritual sustenance."
Jelas
kan bedanya?
Introvert
beda dengan pemalu. Pemalu adalah seorang yang cemas, takut atau menampik diri
dari lingkungan sosial. Introvert tidak mesti begitu. Bagi seorang introvert
bersosialisasi itu menghabiskan energi. Mereka kelelahan jika terus-terusan
bersama orang lain dalam waktu yang lama. Karena itu mereka perlu waktu
menyendiri untuk mengisi energi kembali. Ibaratnya seperti mencarge hp gitulah.
Sementara bagi seorang Ekstrovert, mencarge energi mereka justru dengan
bersosialisasi. Ekstrovert nggak tahan lama-lama sendirian. Kebutuhan akan
adanya orang lain bagi Ekstrovert sangat besar. Nggak gaul nggak eksis bok!
Mengapa
Introvert suka menyendiri?
Introvert
lebih memperhatikan dunia di dalam pikiran mereka sendiri, mereka menikmati
berfikir, mengeksplorasi pikiran dan perasaan sendiri. Seorang introvert tidak
berarti mereka tidak memiliki kemampuan bicara, akan tetapi mereka lebih suka
bicara mengenai masalah ide dan konsep, bukan mengenai pendapat mereka tentang
topik-topik sosial yang tidak penting (mungkin seperti guyonan-guyonan yang
tidak penting).
Introvert
ngak suka basa-basi. Bagi mereka pembicaraan dilakukan untuk memperoleh
informasi. Selebihnya mereka lebih suka diem, mendengarkan dan mengamati. Oh
yes, mereka pengamat yang baik.
Bukan
berarti mereka nggak doyan ngbrol. Doyan kok. Cuma kalo ngobrol dengan orang-orang
ini suka agak stres sendiri. Kenapa? Karena mereka doyan berfilosofi dan demen
berteori. Reaksi umum begitu dengerin mereka ngomong adalah " ini orang
ngomong apa sih?" atau bengong karena nggak ngerti.
Karena
lebih suka berfikir ke dalam, Introvert cenderung teguh pada pendirian dan
tidak mudah terpengaruh. Juga males mempengaruhi orang lain. Orang mau
kompetisi silahkan, dikompor-komporin nggak ngaruh, dikucilin temen nggak
masalah. Lempeng-lempeng aja.
Karena
orientasinya ya dirinya sendiri. Jadi kalo masih ambisius, ingin mengungguli
orang lain, gampang kebakar sama tingkah laku orang lain. Itu bukan introvert.
Ciri
lainnya?
Suka
memendam masalahnya sendiri, jarang berbagi masalahnya atau menceritakan
kehidupannya ke orang lain. Mempunyai self-blaming yang gede (suka nyalahin
diri sendiri), yang akhirnya jadi depresi, dan emosian. Tipe ini cuma mau
terbuka dengan orang yang sudah bener-bener dipercaya.
Ketika
mereka kadang-kadang gagal dalam sesuatu lalu orang di sekeliling bereaksi
"hebat", reaksi balik mereka biasanya dengan mudah dilabeli sebagi
tindakan "ngambek", "kekanak-kanakan", atau yang paling
parah anti-sosial. Faktanya, mereka cuma ingin sendirian dulu. Reaksi “hebat”
dari orang lain yang merasa diri “normal” seringkali malah membuat pribadi
berintroversi tinggi menjadi lebih tersiksa, terstimulasi untuk berlaku ganjil
dan mungkin jadi lebih disalahpahami oleh dunia luarnya.
Berapa
banyak sih orang Introvert di dunia?
Ternyata dikit lho. Menurut Jonathan Rauch dalam artikelnya di The Atlantic Monthly,
"Jawabannya:
25 persen, atau di bawah setengah populasi. Atau, jawaban favorit saya:
kelompok minoritas di antara kebanyakan orang, tapi mayoritas di antara
populasi orang-orang berbakat."
Orang-orang
dengan jumlah minoritas ini ternyata sering disalahpahami, tersisih dan
dianggap sombong, jutek, kuper bahkan aneh.
Dunia
menganggap Ekstrovert adalah orang yang ramah, hangat, terbuka, banyak
temennya, flexible dan calon orang sukses. Mereka adalah kelompok mayoritas.
Hingga terciptalah standar yang menilai bahwa yang normal itu Ekstrovert dan
Introvert itu kuper, nggak gaul, sejenis gangguan mental, kelainan dan
janggal. Orang aneh deh pokoknya hmmm....
Padahal
enggak kok....
Kesalahpahaman
ini menurut Jonathan Rauch lantaran karakter introvert yang lebih cerdas,lebih
reflektif, lebih independen, lebih berkepala dingin, lebih halus dan sensitif
dibandingkan ekstrovert. Mungkin juga karena sedikitnya kaum introvert
berbicara, suatu kelemahan yang kerap dicela oleh mereka yang ekstrovert. Kami
cenderung berpikir lebih dulu sebelum berbicara, sementara ekstrovert berpikir
ketika berbicara.
Jadi?
Jelas
Introvert bukan penyakit atau kelainan yang harus disembuhkan. Pahami bahwa itu
adalah orientasi kepribadian dan cenderung tak bisa diubah. Tak ada yang salah
dengan Introvert.
Memang
sih, punya temen yang ramah, hangat, mudah diajak hang-out, easy
going dan selalu kelihatan rame itu menyenangkan. Namun beberapa orang
memang tercetak dengan orientasi kepribadian yang berbeda. Tapi bukan berarti
aneh.
Mari
memahami dan mencoba berteman dengan mereka :D
Label:
bukan anti sosial,
introvert,
minoritas,
pemalu,
pendiam,
sharing,
tidak ada yang salah dengan introvert
Kamis, 04 Juli 2013
Cinemagraph, Bukan Sekedar Foto Biasa Tapi Bukan Video
Cinemagraph adalah sebuah foto dengan elemen kecil gerakan di
dalamnya, mempertahankan semua ketenangan indah yang ada dalam foto
tetapi menambahkan sedikit gerakan yang mempesona. Teknik
cinemagraph lebih dari sekedar gambar atau foto, tapi bukan video. Foto yang di-publish biasanya dalam bentuk GIF.
Cinemagraph adalah buah karya fotografer Jamie Beck dan Kevin Burg,
yang saat itu memiliki ide untuk menggabungkan antara foto dan video. Tujuannya
utama adalah memberikan sebuah cerita pendek pada sebuah gambar atau foto. Contohnya kaya ini nih......
![]() |
| Keren? Ini gue dapet dari sini |
Label:
cinemagraph,
foto,
gif,
Jamie Beck,
keren,
Kevin Burg,
my project,
photography,
school,
sharing,
video
Jumat, 28 Juni 2013
When haters were busy talking, I was busy making it happen
When haters were busy talking, I was busy making it happen. When they were busy mocking, I was busy walking. When they were busy laughing I was busy running and they’re STILL wondering why they’re left behind. - Agnes Monica
Label:
Agnes Monica,
behind,
haters,
kutipan,
laughing,
making it happen,
mocking,
motivation,
note to self,
quote,
running,
sharing,
talking,
walking,
wondering
Rabu, 10 April 2013
You're Special Too, Stop Comparing Yourself to Others!
Enjoy your own life without comparing it with that of another. - Marquis de Condorcet
Terkadang kita sering tidak puas dengan
apa yang sudah kita miliki atau yang sudah kita capai. Kita selalu ingin
lebih, lebih, dan lebih. Selain ingin lebih. Kita juga sering kali
tidak puas dengan diri sendiri dan selalu berusaha dan berharap menjadi
orang lain, yang menurut kita “lebih” dari kita. Kita membandingkan
dengan yang lain, membandingkan apa yang kita punya dan apa yang tidak.
Padahal, apakah dengan membandingkan
kelebihan/ apa yang mereka punya dengan kekurangan/ apa yang kita tidak
punya, we’d size up or it’d make us feel good? Nope! It’s a sure-fire
recipe for a drop in self-confidence and for unhappiness. Lalu bagaimana
kalau kita mulai membandingkan dan iri dengan yang lain?
Break that habit and try to be aware of
when you start comparing yourself to others … once you’ve developed this
awareness, try this trick: stop yourself. Tell yourself, “Stop that!”
And then start thinking about all the things you DO have, the things you
love, the people you have, the blessings that life has given you. Make
this a regular practice, and you’ll start to be happier with your life.
Di bawah ini ada beberapa tips yang berguna saat kita mulai membandingkan dan iri dengan yang lain, semoga bermanfaat :)
- Awareness. Kebanyakan dari kita melakukan perbandingan sosial tanpa menyadari kita sedang melakukannya. Itu wajar saya kira. So the solution is to become conscious — bring these thoughts to the forefront of your consciousness by being on the lookout for them. If you focus on these thoughts for a few days, it gets much easier with practice, and soon it’ll be hard not to notice.
- Stop yourself. Jika kamu sudah sadar sedang melakukan perbandingan ini, give yourself a pause. Don’t berate yourself or feel bad — just acknowledge the thought, and gently change focus.
- Count your blessings. A better focus is on what you do have, on what you are already blessed with. Hitung apa yang kamu miliki BUKAN yang tidak! Think about how lucky you are to have what you have, to have the people in your life who care about you, to be alive at all.
- Focus on your strengths. Daripada melihat kelemahanmu, lebih baik tanyakan pada dirimu apa kekuatanmu. Celebrate them! Be proud of them. Don’t brag, but feel good about them and work on using them to your best advantage.
- Be OK with imperfection. Tak ada yang sempurna di dunia ini, kita semua tahu itu, but emotionally we seem to feel bad when we don’t reach perfection. You aren’t perfect and you never will be. I certainly am not, and I’ve learned to be OK with that. Sure, keep trying to improve, but don’t think you’ll ever be the “perfect person”. If you look at it in a different way, that imperfection is what makes you who you are, you already are perfect.
- Don’t knock others down. Kadang kita mencoba mengkritik orang lain untuk membuat kita terlihat atau merasa lebih baik. Membuat seseorang down demi keuntunganmu adalah destruktif. It forms an enemy when you could be forming a friend. In the end, that hurts you as well. Instead, try to support others in their success — that will lead to more success on your part.
- Focus on the journey. Don’t focus on how you rank in comparison to others — Hidup bukanlah kompetisi. It’s a journey. We are all on a journey, to find something, to become something, to learn, to create. That journey has nothing to do with how well other people are doing, or what they have. It has everything to do with what we want to do, and where we want to go. That’s all you need to worry about.
- Learn to love enough. Jika kamu selalu ingin apa yang orang lain miliki, kamu tidak akan pernah merasa puas. That’s an endless cycle, dan tidak akan membawa kebahagiaan. Tidak peduli berapa banyak baju yang kamu beli, tidak peduli berapa banyak rumah yang kamu miliki, tidak peduli berapa banyak mobil mewah yang kamu dapat… Kamu tidak akan pernah merasa cukup. Sebaiknya belajarlah untuk menyadari bahwa apa yang kamu miliki itu sudah cukup. If you have shelter over your head, food on the table, clothes on your back, and people who love you, you are blessed. You have enough. Anything you have over and above that is more than enough. Be good with that, and you’ll find contentment.
To love is to stop comparing. - Bernard Grasset
Label:
iri,
kekurangan,
kelebihan,
membandingkan,
motivation,
stop comparing yourself
Langganan:
Postingan (Atom)





Keren sekali, mereka memberikan gambaran seperti apa proses kreatif di balik sebuah lagu. Gue sendiri jadi tahu sedikit proses pembuatan lagu dalam hal ini proses take vocal. Mike sendiri selalu mengagumkan seperti biasa, jiwa seni-nya emang udah gak diragukan lagi. Sedangkan Chester gue jadi tahu sedikit tentang sisi lain Chester, kalau saatnya serius dia serius liat saja saat take vocal atau latian part lagunya, he's so serious, gue jadi ngebayangin kalau gue yang jadi Chester mungkin pita suara gue udah jebol nyanyi teriak-teriak kayak gitu, tapi dia hebat dia berberapa kali harus me-retake beberapa part yang mengharuskan dia teriak-teriak sampai-sampai Mike nyuruh Chester minum supaya terlubrikasi/ terlumasi hahaha *berasa oli ya?*
Di sisi lain ternyata Chester itu lucu, kalau lagi bercanda oh my gawd kagak tahan bo... hahaha liat saja goyangannya di akhir itu hahaha epic sekali haha.... Tapi dari semua itu Linkin Park khususnya Mike dan Chester selalu menginspirasi dan mengagumkan. Kombinasi mereka dalam satu grup bernama Linkin Park was great, seperti yang diungkapkan seseorang dalam satu comment di video tersebut di bawah ini....
P.S. Thanks ya Mike, Chester, Linkin Park udah ngasih tahu kita gimana behind the scene lagu kalian yang sering menjadi fenomena itu, sering-sering aja nih bikin video yang kayak gitu (baca: BTS), sapa tau kita bisa jadi musisi hebat berkat ilmu kalian dan semoga dengan video BTS itu kita jadi menghargai sebuah lagu, betapa tidak mudahnya membuat sebuah lagu, prosesnya panjang banget hihihi. Tetaplah menginspirasi ya seperti biasanya :)